Skip to content

Jelang Ramadan, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Katolik Widya Karya Sukses Melaksanakan Diklatsar Ke 34

  • by

Malang — Menjelang bulan suci Ramadan, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Katolik Widya Karya Malang sukses melaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) ke-34 yang bertempat di Lembah Kera, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada tanggal 12–15 Februari 2025.

Sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan, para peserta mengikuti materi ruang pada tanggal 4–6 Februari 2025. Pembekalan ini meliputi keorganisasian, manajemen perjalanan, navigasi darat, survival, serta dasar-dasar teknik panjat tebing (rock climbing) sebagai persiapan praktik di alam terbuka.

Diklatsar ke-34 ini diikuti oleh 8 orang peserta yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan awal. Selama kegiatan berlangsung, peserta menjalani serangkaian materi dan simulasi lapangan guna mengasah kemampuan teknis, ketahanan fisik, serta kekuatan mental dan kerja sama tim.

Pemilihan Lembah Kera sebagai lokasi kegiatan memiliki pertimbangan khusus. Selain memiliki medan yang variatif dan menantang, kawasan ini juga menyediakan tebing alami yang mendukung pengaplikasian materi rock climbing. Peserta dapat mempraktikkan teknik dasar panjat tebing, penggunaan peralatan, sistem pengamanan, serta manajemen risiko secara langsung di kondisi alam sebenarnya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan aplikatif.

Kegiatan ini turut dihadiri dan mendapatkan dukungan penuh dari para alumni yang memberikan motivasi, arahan, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kehadiran alumni menjadi bukti nyata solidaritas dan kesinambungan organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Elisabeth Bebe, menyampaikan bahwa Diklatsar ke-34 ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan proses pembentukan karakter yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Umum, Teddy Fallo, menegaskan bahwa seluruh materi yang telah diberikan, baik dalam materi ruang maupun praktik lapangan, harus mampu diaplikasikan dalam setiap kegiatan organisasi ke depan serta menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir, seluruh peserta dinyatakan lulus dan resmi dikukuhkan sebagai Anggota Muda. Keberhasilan ini menjadi awal perjalanan mereka untuk terus berproses dan berkontribusi aktif dalam organisasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi baru yang tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kecintaan terhadap alam yang tinggi.